Monday, March 31, 2008

KILOMETER NOL : LOGO-LOGO

JAKARTA 30 MARET 2008

KILOMETER NOL : LOGO-LOGO

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL SABANG-REPUBLIK INDONESIA

Image hosted by Photobucket.com
DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.

Kilometer Nol
or Zero Kilometer
Kilometer Zero Point lies at the westernmost end of Indonesia.
A monument has been erected here in the middle of a protected nature reserve. Its location is some 8 km from the tourist area of Iboih.

ZERO KILOMETER AT SABANG-NAD
KILOMETER NOL SABANG-NAD


SABANG FROM AIR, YOU CAN SEE DANAU ANEUK LAUT-ANEUK LAUT LAKE, TELUK SABANG-SABANG BAY, PULAU KLAH-KLAH ISLAND, PULAU RUBIAH-RUBIAH ISLAND AND PULAU SEULAKO-SEULAKO ISLAND.
UJUNG PULAU, TERDAPAT KILOMETER NOL, BILA MENGGUNAKAN TEROPONG TERLIHAT JUGA PULAU RONDO DI KEJAUHAN GARIS PANTAI YANG INDAH.



Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008




LOGO-LOGO

RACHMAD YULIADI NASIR
rbacakoran at yahoo dot com
INDEPENDENT

Tragedi Tsunami Aceh
(26 Desember 2004)


Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.


EVALUASI PASCA TIGA TAHUN TSUNAMI




Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.





Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.




Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.





Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.





Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.





Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.




Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.





Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.






Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.





Masjid Raya BAITURRAHMAN BANDA ACEH Pasca Tsunami (Minggu 26 Desember 2004), foto tanggal 1 januari 2005


Berkas:2004 Indonesia Tsunami edit.gif

Gambar Simulasi Tsunami - 26 Desember 2004

TSUNAMI INDONESIA

SISA-SISA TSUNAMI DI BANDA ACEH

Desa lambung, kecamatan Meuraxa Banda Aceh, 500 meter dari pantai Ulee lheue.
Penduduk dari 2000 jiwa tinggal 10% , yaitu 200 jiwa yang selamat.


Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008
Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008
Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008


Jangan BugilJangan BugilJangan BugilJangan Bugil
Visit Indonesia 2008Visit Indonesia 2008Visit Indonesia 2008Visit Indonesia 2008





'

'

'

'

'


tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - (0274) 701 7358

Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008

KARTU KREDIT


Kartu kredit






CHEK




ANTARA News Logo
ANTARA News Logo

Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008

KILOMETER NOL :PARIWISATA INDONESIA

Image hosted by Photobucket.com

KILOMETER NOL SABANG-REPUBLIK INDONESIA

Image hosted by Photobucket.com
DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.


Kilometer Nol
or Zero Kilometer
Kilometer Zero Point lies at the westernmost end of Indonesia.
A monument has been erected here in the middle of a protected nature reserve. Its location is some 8 km from the tourist area of Iboih.

ZERO KILOMETER AT SABANG-NAD
KILOMETER NOL SABANG-NAD


SABANG FROM AIR, YOU CAN SEE DANAU ANEUK LAUT-ANEUK LAUT LAKE, TELUK SABANG-SABANG BAY, PULAU KLAH-KLAH ISLAND, PULAU RUBIAH-RUBIAH ISLAND AND PULAU SEULAKO-SEULAKO.
UJUNG PULAU, TERDAPAT KILOMETER NOL, BILA MENGGUNAKAN TEROPONG TERLIHAT JUGA PULAU RONDO DI KEJAUHAN GARIS PANTAI YANG INDAH.



Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008

DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN: DETIK MENEGANGKAN, RENCANA KUDETA PRABOWO

JAKARTA 30 MARET 2008

DETIK MENEGANGKAN, RENCANA KUDETA PRABOWO

(RACHMAD YULIADI NASIR, rbacakoran at yahoo dot com)
INDEPENDENT- "Baca sajalah buku itu. Baca saja.'' Sintong Panjaitan terus berkelit ketika dihujani pertanyaan mengenai peristiwa ''pertemuan panas'' antara BJ Habibie dan Letjen Prabowo Subianto pada Jumat siang, 22 Mei 1998.

Telah lama, publik penasaran atas teka-teki isi pertemuan kedua tokoh itu. Para jurnalis yang hadir pada peluncuran buku "DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN" karya BJ Habibie di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis malam (21/9) yang lalu, pun sibuk meminta keterangan Sintong perihal adanya pengepungan pasukan Kostrad di sekitar Istana Negara.

''Pak Sintong, apa benar waktu itu suasana tegang sekali?'' tanya wartawan kepada Sintong. Tapi, Sesdalopbang pada masa peralihan dari Soeharto ke Habibie itu hanya menjawab dengan senyuman. ''Sudahlah, baca saja. Di situ jelas kan,'' ujar Sintong seraya beranjak dari tempat duduknya, kendati berbagai pertanyaan terus menghujani.

Di tengah resepsi yang dihadiri sekitar 2.000 orang itu, Sintong yang menjadi ''orang dekat'' selama BJ Habibie menjabat presiden, memang menjadi bintang. Apalagi dalam buku itu dia disebut-sebut sebagai salah seorang yang menjadi saksi pertemuan sesuai Habibie memecat Prabowo dari jabatan Pangkostrad. Apalagi kabar yang beredar sudah keburu menuduh bahwa Prabowo tidak terima atas keputusan itu. Dan, kebetulan pada bukunya, Habibie dengan jelas-jelas menuliskan isi pertemuan itu.

Dalam buku yang dipersiapkan Habibie selama setahun itu, memang terasa sekali suasana ketegangan yang melingkupi pertemuan Habibie-Prabowo. Bahkan, dalam buku setebal 549 halaman, suasana mencekam itu gamblang sekali dipaparkan oleh Habibie dengan memakan cukup banyak halaman. Habibie memang mengaku bahwa niat Prabowo untuk melindunginya adalah tulus, jujur, dan tepat. Namun, kebimbangan untuk menemui salah seorang putra begawan ekonomi, Soemitro Djojohadikusumo, saat itu jelas sekali menyergap perasaannya: Apakah perlu saya bertemu? Apa gunanya bertemu? Letjen Prabowo adalah menantu Presiden Soeharto. Pak Harto baru 24 jam meletakkan jabatannya. (hal 95)

Kegamangan Habibie berlanjut hingga menjelang acara pertemuan. Menurut dia, siapa saja yang menghadap presiden tidak diperkenankan membawa senjata: Tentunya itu berlaku pula untuk Panglima Kostrad. Namun, bagaimana halnya dengan menantu Pak Harto? Apakah Prabowo akan juga diperiksa? Apakah pengawal itu berani? (hal 95).

Adanya pernyataan ini memang sedikit menguak spekulasi yang berkembang mengenai peristiwa itu. Bahkan, sempat disebut-sebut saat itu akan terjadi kudeta segala. Nah, posisi Sintong dalam hal ini menjadi penting karena dia adalah salah seorang yang terlibat dalam pertemuan itu.

Habibie menulis, sebenarnya ia sangat dekat dengan Prabowo (alinea keempat, hal 101). Bahkan, Prabowo mengidolakan dirinya. Ia pun mengaku merasa jengah dengan desakan Prabowo yang ingin eksklusif menemuinya. Sebab, sebelumnya Habibie sudah sepakat dengan Menhankam/Pangab Wiranto bahwa setiap ada anggota ABRI yang ingin menemuinya, harus seizin atau sepengetahuan Pangab. Dan, setelah Prabowo masuk ke ruangannya dan melihatnya tanpa membawa senjata, Habibie pun merasa puas. ''Hal ini berarti pemberian 'eksklusivitas' kepada Prabowo tidak dilaksanakan lagi,'' tulis Habibie di halaman 101.

Dialog antara keduanya pun segera terjadi dan dilakukan dalam bahasa Inggris, hal (101-102): “Ini penghinaan bagi keluarga saya dan keluarga mertua saya Presiden Soeharto. Anda telah memecat saya sebagai Pangkostrad.”

Habibie menjawab, “Anda tidak dipecat, tapi jabatan Anda diganti.”

Prabowo balik bertanya, ''Mengapa?”

Habibie kemudian menjelaskan bahwa ia menerima laporan dari Pangab bahwa ada gerakan pasukan Kostrad menuju Jakarta, Kuningan, dan Istana Negara.

“Saya bermaksud mengamankan presiden,” kata Prabowo.

“Itu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden yang bertanggung jawab langsung pada Pangab dan bukan tugas Anda,” jawab Habibie.

“Presiden apa Anda? Anda naif?” jawab Prabowo dengan nada marah.

“'Masa bodoh, saya presiden dan harus membereskan keadaan bangsa dan negara yang sangat memprihatinkan,” jawab Habibie.

“Atas nama ayah saya, Prof Soemitro Djojohadikusumo dan ayah mertua saya Presiden Soeharto, saya minta Anda memberikan saya tiga bulan untuk tetap menguasai pasukan Kostrad,” kata Prabowo.

Habibie menjawab dengan nada tegas, “Tidak! Sampai matahari terbenam Anda sudah harus menyerahkan semua pasukan kepada Pangkostrad yang baru. Saya bersedia mengangkat Anda menjadi duta besar di mana saja!”

“Yang saya kehendaki adalah pasukan saya!” jawab Prabowo.

“Ini tidak mungkin, Prabowo,” tegas Habibie.

Ketika perdebatan masih berlangsung seru, Habibie kemudian menuturkan bawa Sintong masuk sembari menyatakan kepada Prabowo bahwa waktu pertemuan sudah habis.

“Jenderal, Bapak Presiden tidak punya waktu banyak dan harap segera meninggalkan ruangan.”

Menanggapi tulisan Habibie, “orang dekat” Prabowo, Fadli Zon, mengatakan pernyataan Habibie di buku Detik-Detik yang Menentukan itu banyak yang tidak akurat. Sebagian memang berisi fakta. Namun, sebagian lagi berisi asumsi dan khayalannya saja.

“Saya kira banyak ngawurnya. Kalau saya lihat sebagian informasi itu tepat, sebagian lainnya asumsi dan khayalan Habibie. Termasuk soal pengepungan di Istana Negara yang dilakukan pasukan Kostrad. Itu sama sekali tidak benar,” kata Fadli Zon.

Mengapa demikian? Fadli mengatakan kalau Prabowo memang bermaksud melakukan kudeta, maka baginya itu adalah sebuah hal yang mudah. “Kalau Prabowo mau melakukan kudeta, Habibie segera terguling. Dia tidak ada apa-apanya. Justru Prabowo mendukung reformasi konstitusional. Bahwa, kalau presiden berhenti, maka yang menggantikannya adalah wakil presiden. Jadi isu kudeta adalah fitnah besar,” tegas Fadli.

Adanya tulisan Habibie itu, lanjut Fadli, maka jelas dipastikan adanya seorang yang melakukan kebohongan. Hal ini bisa dilakukan oleh Habibie sendiri atau Wiranto.

“Yang jelas salah satu dari mereka ada yang melakukan kebohongan. Ini fitnah besar. Buku ini dibuat dengan tidak berpijak pada realitas,” tandas Fadli.

Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008

DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN: PELAKU SEJARAH AWAL REFORMASI

JAKARTA 30 MARET 2008



PELAKU SEJARAH AWAL REFORMASI

(RACHMAD YULIADI NASIR, rbacakoran at yahoo dot com)
INDEPENDENT- Prof. Dr. Ing. Dr.Sc.Hc Bacharuddin Jusuf Habibie telah meluncurkan buku bertajuk"DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN", beberapa bulan lalu. Buku ini berisi catatan perjalanannya selama menjadi Presiden ke-3 RI serta beberapa fakta menjelang pengakatan B.J.Habibie menjadi Presiden ke-3 RI.

"Buku ini sangat menarik, karena memuat fakta-fakta yang belum banyak diketahui oleh masyarakat," ungkap penyunting buku Detik-Detik yang Menentukan, A.makmur Makka, di Jakarta.

Struktur buku ini terbagi atas prolog, kemudian empat bab dan epilog. Bagian prolog dan epilog buku ini disusun oleh suatu tim. Sementara, empat bab buku ini bersumber dari catatan harian yang ditulis oleh Habibie sendiri selama memegang jabatan di pemerintahan.

"Bab pertama buku ini mengungkap fakta-fakta menjelang pengunduran diri pak Harto," tandas Makmur.

Sedangkan bab kedua bertutur tentang 100 hari pertama pemerintahan Habibie, saat menghadapi masalah multikompleks dan multidimensional. Selanjutnya, pada bab ketiga buku ini mengisahkan tentang 100 hari pertama dan 100 hari terakhir sebelum pemilihan presiden ke-4 RI. Bab keempat dari buku ini mengungkapkan tentang peristiwa 100 hari menjelang pemilihan presiden ke-4 RI.

Sementara itu, bagian prolog buku berisi fakta-fakta sebelum mantan presiden soeharto mengundurkan diri. sedangkan bagian prolog berisi analisis dan komentar mengenai pemerintahan presiden Habibie.

"Buku Detik-Detik Yang Menetukan juga memuat kiat seorang Habibie dalam menghadapi krisis," tandas Direktur Eksekutif The Habibie Center, Ahmad Watik Pratiknya. Menurut Watik, pada saat menghadapi berbagai persoalan bangsa dan harus mengambil keputusan di berbagai aspek, Habibie seolah menggunakan pendekatan yang tidak lazim.

"Pendekatan yang dilakukan, antara lain pendekatan aproximasi, yakni dalam mencapai tujuan, Habibie melakukan pendekatan demi pendekatan yang bertahap namun konsisten," ungkap Watik.
Selain itu, Habibie juga menggunakan pendekatan dialogis.
Hal ini dapat dilihat saat menghadapi konflik dengan Timor Timur, Habibie tidak segan-segan melakukan dialog dengan uskup Bello, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan pengertian serta menyelesaikan konflik bersama-sama.

Habibie baru mengungkap sebagian kecil dalam buku tersebut. sebagai pelaku utama sejarah pada masa kelahiran reformasi, ribuan halaman lainya, yang masih berbentuk tulisan tangan disimpannya dan baru akan dikeluarkannya pada suatu masa kelak.

selain memeberi fakta sejarah, Habibie juga melakukan analisis terhadap apa yang terjadi. Habibie memberi penilaian dan penjelasan tentang langkah-langkah serta gagasan maupun keputusan penting yang telah diambilnya dalam penulisan "innerdialog". Ini merupakan percakapan dengan diri dan hati nuraninya menghadapai peristiwa atau kejadian yang harus diselesaikannya.

Dalam masa sejarah pemerintahannya pelaku sejarah ini selamat mentransformasi sistem kekuasaan otoriter ke sistem demokrasi. Habibie telah menyelamatkan negara dan bangsa indonesia dari ancaman "Balkanisasi" dan "perang saudara" seperti terjadi pada beberapa negara dan bangsa lain, yang pecah berkeping-keping oleh perang saudara.

Tentang judul "Detik-detik ...", menurut Habibie judul itu dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa semasa menjabat sebagai presiden Indonesia, habibie berada pada persimpangan jalan, keadaannya kritis. Jika sampai Habibie mengambil kebijakan (jalan) yang salah akan dapat berakibat perang saudara atau Balkanisasi. Habibie memilih suatu evolusi yang dipercepat dengan perencanaan yang matang, sebagai upaya penyelamatan bangsa dari situasi kritis tersebut.

Habibie banyak mengambil keputusan yang tidak popular, baik yang bersifat irreversible, seperti masalah Timor Timur maupun yang bersifat reversible. Keputusan tersebut dia ambil dengan cepat dan dengan memeperhitungkan sekecil mungkin resiko yang mungkin terjadi. itulah sebebnya Habibie memilih judul "Detik-Detik Yang menentukan". Sementara" jalan Panjang menuju Demokrasi" dipilih karena apa yang dilakukannya merupakan bagian dari suatu proses demokratisasi Indonesia. Ini yang masih akan terus berlangsung sampai tata kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia tercapai.

Bahwa baru sekarang, hampir 7 tahun seusai masa kepresidenannya buku ini ditulis, Habibie menyatakan bahwa ia ingin agar buku ini dapat ikut membantu terciptanya situasi kondusif bagi proses reformasi. Mengingat sebagian isinya dapat "menggangu" apabila diterbitkan terlalu dini, maka Habibie memilih waktu yang tepat untuk menerbitkannya. Hal ini dipilih tatkala proses konsolidasi demokrasi bangsa telah semakin mantap, yang antara lain ditandai dengan terlaksananya pemilihan pemimpin (nasional dan daerah) secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan yang jujur dan adil.

Di samping itu, dalam waktu kurang dalam sebulan setelah Habibie menyesaikan tugas sebagai presiden, bersama keluarganya, Habibie mendirikan The Habibie Center (THC). THC adalah suatu lembaga kajian yang mandiri dan non politik sebagai wahana untuk bersama para koleganya ikut mengawal proses transpormasi bangsa menuntaskan reformasi. Itulah sebab THC memfokuskan kegiatannya pada kajian dan advokasi bagi tegaknya kehidupan demokrasi dan hak asasi manusia.

Begitu besar harapan Habibie pada lembaga yang didirikannya, sampai-sampai Habibie menunda beberapa bulan untuk mengantar istrinya Ainun Habibie berobat ke Jerman, guna meyakinkan lembaga yang didirikannya telah benar-benar berfungsi seperti yang diharapkan. Kedepan, buku ini dirapkan mampu memperkaya khazanah sejarah Indonesia. Selain itu, Habibie berkeinginan untuk mengetahui, bagaimana reaksi orang lain mengenai apa yang telah diungkapkannya.

Dengan demikian, buku ini akan memberi motivasi dan stimulus bagi siapa pun untuk menuliskan pula apa yang mereka ketahui dan alami pada masa-masa bersejarah tersebut. Dengan begitu, terbukalah lebih banyak perspektif yang akan memperkaya penulisan sejarah Indonesia khususnya di masa reformasi.

Jangan BugilVisit Indonesia 2008
RACHMAD YULIADI NASIR
Bank Muamalat Indonesia (BMI)Arthaloka : 913-22775-99
www.news-independent.blogspot.com

www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=349&itemid=50
Jangan BugilVisit Indonesia 2008